Selasa, 24 Oktober 2017

Yenny Wahid: Jihad Harus Bisa Bawa Maslahat

id yeni wahid
 Yenny Wahid: Jihad Harus Bisa Bawa Maslahat
Direktur Wahid Institute, Yenny Wahid. ( ANTARA FOTO/Anis Efizudin)
...Kita lihat bahwa sebagian besar korban dari bom bunuh diri adalah Muslim. Ini saja sudah menunjukkan bahwa kita menyakiti umat Islam sendiri kalau kita terjebak dalam perilaku jihad yang keliru, kata Yenny...
Jakarta (ANTARA Lampung) - Direktur Wahid Foundation Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid mengatakan bahwa jihad yang benar adalah yang membawa maslahat atau kebaikan, bukan justru menimbulkan mafsadat atau kerusakan.

"Kita lihat bahwa sebagian besar korban dari bom bunuh diri adalah Muslim. Ini saja sudah menunjukkan bahwa kita menyakiti umat Islam sendiri kalau kita terjebak dalam perilaku jihad yang keliru," kata Yenny di Jakarta, Kamis (12/10).

Selain itu, menurut Yenny, ketika jihad diartikan sangat sempit hanya untuk memerangi atau berperang melawan orang yang tak seakidah maka ini bisa membawa potensi perpecahan di tengah-tengah masyarakat.

"Kalau umat Muslim yang memahami agama, tentunya memahami bahwa jihad yang paling utama adalah menahan diri dari nafsu kita sendiri seperti nafsu angkara murka," katanya.

Menurut Yenny, konteks jihad sekarang sangat berbeda karena perjuangan itu tidak hanya berupa perjuangan fisik, tetapi bisa melalui diplomasi dan dialog.

"Itu lebih membuahkan hasil dibandingkan dengan melakukan bom bunuh diri yang hanya bisa menyengsarakan masyarakat secara umum," katanya.

Berbuat kebaikan bagi orang lain, bangsa, dan negara, membuat terobosan-terobosan yang positif, menciptakan penemuan-penemuan baru, mengabdikan hidupnya untuk kemanusiaan, menurut Yenny juga bagian dari jihad.

"Itu juga merupakan jihad, dan itu yang justru harus kita lakukan. Ini jihad yang membawa maslahah," ujar putri kedua Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini.

Yenny menegaskan bahwa edukasi kepada masyarakat harus terus diberikan karena bangsa Indonesia faktanya belum lepas dari berbagai ancaman seperti radikalisme dan intoleransi.

Wahid Foundation sendiri lebih fokus dalam mencegah intoleransi agar masyarakat tetap berpikir baik satu sama lain, saling mengedepankan gotong royong, sikap berdialog, dan sebagainya.

Salah satu program Wahid Foundation adalah intervensi ekonomi yang menyasar ibu-ibu di tingkat akar rumput agar mereka lebih berdaya secara ekonomi sekaligus mengajak mereka untuk berpikir toleran.

"Kemarin baru diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo, yakni gerakan perempuan untuk koalisi sosial. Dari situ nanti kami akan mewujudkan kampung-kampung damai di berbagai daerah di Indonesia. Konsepnya anggota komunitas ini dilatih secara ekonomi sekaligus diminta menjadi agen-agen toleransi perdamaian di tingkatnya masing-masing," katanya.

 

Editor: Samino Nugroho

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.008 seconds memory usage: 0.46 MB