Hasil TMMD Waykanan Harus Dilanjutkan

id tmmd
Waykanan,  (Antara Lampung) - Ketua DPRD Waykanan, Provinsi Lampung Nikman Karim mengatakan hasil dari kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kampung Jukuhbatu, Kecamatan Banjit berupa pembukaan akses awal pembangunan desa harus dilanjutkan pemkab setempat.

"Terutama pembukaan badan jalan sepanjang tiga kilometer. Jalur TMMD ini nantinya akan mempermudah akses semua warga salah satunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari berbagai aktivitas, dan harus dilanjutkan pembangunannya," kata dia di Waykanan, Jumat.

Nikman Karim menambahkan, program TMMD merupakan bentuk dukungan TNI terhadap pembangunan daerah khususnya pembangunan infrastruktur yang ada di kampung.

Program TMMD ini akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, kata dia.

Melalui program ini, lanjut dia, maka TNI membantu percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Waykanan khusus di Kampung Jukuhbatu yang memang membutuhkan pembangunan akses jalan sehingga memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan tepat sasaran.

"Selain itu kegiatan TMMD ini bertujuan untuk menjalin kekompakan, Pemerintah Daerah, TNI dan kebersamaan dengan masyarakat juga memacu semangat kemanunggalan serta kerja sama lintas sektoral dan lintas komponen bangsa," kata dia.

Sebelumnya Bupati Waykanan, Provinsi Lampung, Raden Adipati Surya, mengatakan kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) itu dapat membangkitkan kembali semangan masyarakat untuk bergotong-royong.

"Kegiatan itu bertujuan untuk membangun kampung seperti perbaikan jembatan, jalan, sekolah, dan sarana lainnya demi kepentingan masyarakat banyak dan melibatkan masyarakat untuk pula berpartisipasi," kata dia ketika membuka TMMD tersebut, Rabu (5/4).

Ia pun menjelaskan TMMD merupakan kegiatan pembangunan yang efektif dan langsung dirasakan oleh masyarakat.

Apalagi, setelah 63 tahun menunggu akhirnya masyarakat dapat merasakan adanya pelebaran dan perbaikan jembatan penghubung antara Kampung Rantautemiang dan Jukuhbatu, Kecamatan Banjit, yang hanya berjarak tiga kilometer itu.

Adipati menjelaskan TMMD merupakan salah satu kegiatan pembangunan yang strategis dan efektif. Hal itu dapat dilihat dari sisi pembangunan ekonomi, pertahanan keamanan, peningkatan rasa cinta Tanah Air, serta menjaga keutuhan NKRI.

Pelaksanaan TMMD Ke-98 Tahun 2017, kata dia, bermakna membangun kembali budaya gotong-royong dan kebersamaan anak bangsa yang belakangan ini tampak semakin menipis.

"Menipisnya rasa kebersamaan dan budaya gotong-royong sangat kita rasakan pada era global ini. Membangun semangat anak muda itu merupakan suatu pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian bersama," kata dia.

Adipati mengatakan TMMD mempunyai arti dan peran strategis, yaitu untuk membangkitkan kembali kebersamaan, gotong-royong, serta nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur bangsa.

Dengan kembalinya semangat kebersamaan, gotong-royong serta nilai-nilai luhur bangsa, maka akan lahir rasa senasib seperjuangan dan pada gilirannya akan mewujudkan kesejahteraan, keamanan, dan ketenteraman yang akan mendorong meningkatnya persatuan dan kesatuan bangsa.*

Editor: Triono Subagyo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0088 seconds memory usage: 0.35 MB