Selasa, 24 Oktober 2017

Sesama Kurdi justru saling tempur di Sinjar Irak

id Perang Irak dan Suriah, Kurdi
Sesama Kurdi justru saling tempur di Sinjar Irak
Anggota Partai Pekerja Kurdi di Makhmour (FOTO : Joey Lawrence/independent.co.uk)
Erbil, Irak (Antara/Reuters) - Dua kelompok seteru Kurdi terlibat bentrok di wilayah Sinjar, barat laut Irak, pada Jumat, menurut  sejumlah sumber keamanan Kurdi.
         
Pertempuran itu menewaskan beberapa anggota dari kedua kelompok.
         
Aksi saling tembak terjadi ketika Peshmerga Rojava mengirim pasukan sampai ke wilayah perbatasan Suriah dengan Irak, sehingga mengganggu wilayah kekuasaan kelompok afiliasi lokal Partai Buruh Kurdi (PKK).
         
Bentrokan tersebut menunjukkan resiko konflik multidimensional antar organisasi yang seharusnya bisa bersatu mengalahkan kelompok bersenjata ISIS. Kelompok-kelompok berbeda tersebut selama ini terlalu bergantung pada dukungan politik dan senjata dari negara-negara besar.
         
Peshmerga, misalnya, mendapatkan suplai senjata dari Amerika Serikat, sementara negara yang sama memasukkan PKK ke dalam daftar hitam terorisme.
         
"Ada beberapa korban tewas dan luka dari kedua belah pihak," kata seorang sumber keamanan Kurdi.
         
Pasukan Peshmerga terdiri dari warga suku Kurdi di Suriah. Mereka dibentuk dan mendapatkan pelatihan di Irak dengan dukungan dari Msoud Barzani, presiden wilayah otonom Kurdi di Irak yang punya hubungan dekat dengan Turki.
         
Sementara di sisi lain, Turki tengah melancarkan perang terhadap PKK, sebuah partai terlarang yang membentuk sebuah afiliasi lokal di daerah Sinjar untuk membantu warga suku Yazidi di Irak saat mereka diserang oleh ISIS pada pertengahan tahun 2014 lalu.
         
Afiliasi lokal PKK di Irak itu dikenal dengan nama YBS.
         
Dalam pernyataan tertulis pada Jumat, YBS mengatakan bahwa pertempuran terjadi saat Peshmerga Rojava berupaya merebut wilayah kekuasaan YBS di kota Khanasor. Mereka menuding Turki telah menjadi provokator dari pertempuran sesama Kurdi tersebut.
         
"Ini betul-betul merupakan upaya provokatif," kata YBS.
         
Pada hari yang sama Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Casuvoglu, mengatakan bahwa PKK merupakan "ancaman bagi pemerintahan regional sah di wilayah utara Irak dan menjadi alat bagi sejumlah negara untuk menggulingkan pemerintahan."
    
"Ini adalah tugas kami untuk menghancurkan organisasi teroris ini, di manapun mereka berada," kata sang menteri kepada sejumlah wartawan di Ankara

Editor: Hisar Sitanggang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0085 seconds memory usage: 0.46 MB