Kamis, 29 Juni 2017

Yabima Luncurkan Buku Pergulatan Kaum Migran

id Yabima Luncurkan Buku, Buku Pergulatan Kaum Migran, Pergulatan Kaum Migran, Yabima Indonesia, Yabima
Yabima Luncurkan Buku Pergulatan Kaum Migran
Peluncuran buku "Pergulatan Kaum Migran di Tanah Harapan" digelar oleh Yabima pada Senin (30/1), di Wisma Centrum, Kota Metro, Lampung.(FOTO: ANTARA Lampung/Ist)
Metro, Lampung (ANTARA Lampung) - Yayasan Bimbingan Mandiri (Yabima) Indonesia melakukan peluncuran buku "Pergulatan Kaum Migran di Tanah Harapan" yang ditulis Grace P Nugroho.

Menurut Grace, penulis buku itu, sekaligus Direktur Yabima Indonesia, di Metro, Lampung, Rabu, buku perjalanan Yabima berjudul "Pergulatan Kaum Migran di Tanah Harapan" selain mengungkap dan menyingkap pelayanan Yabima sejak awal berdiri sampai sekarang, sekaligus untuk melihat peran Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan (GKSBS) dalam mewujudkan visi dan misinya di tengah jemaat dan masyarakat.

"Dengan adanya buku itu, harapannya masyarakat luas bisa mengetahui sejarah pendirian Yabima dan karya-karya Yabima di bidang kesejahteraan masyarakat, serta melihat apakah kehadiran GKSBS telah berdampak di tengah-tengah masyarakat Sumatera Bagian Selatan," katanya lagi.

Peluncuran buku itu telah digelar oleh Yabima pada Senin (30/1), di Wisma Centrum, Kota Metro, Lampung. Hadir dalam peluncuran buku itu perwakilan dari klasis-klasis GKSBS di Sumbagsel, lembaga-lembaga keagamaan, lembaga jaringan Yabima, dan kelompok-kelompok dampingan Yabima di Lampung.

Selain pemaparan buku dari penulis sekaligus Direktur Yabima Indonesia Grace P Nugroho, hadir penanggap buku Pdt Riyadi Basuki (GKSBS) dan Herza Yulianto (LSM Mitra Bentala).

Menurut Grace, banyak masukan dan usulan dari peserta dan penanggap buku terkait penulisan kisah-kisah sukses pendampingan Yabima dalam format buku ke depan.

Grace menyampaikan bahwa dalam beberapa waktu yang akan datang Yabima akan membuat buku kecil cerita sukses pendampingan padi organik di Desa Purwokencono, Kabupaten Lampung Timur, dan buku tentang pelayanan dan pembangunan perdamaian Suku Anak Dalam (SAD) Jambi.

Dalam rangkaian acara Yabima Indonesia itu, pada Selasa (31/1) juga digelar seminar "Studi Konflik dan Pembangunan Perdamaian Suku Anak Dalam (SAD) Jambi", di Wisma Centrum Kota Metro. Acara seminar ini menghadirkan perwakilan dari Klasis Pamenang Jambi yang melakukan pendampingan langsung SAD di Jambi, perwakilan Masyarakat SAD, dan Ikhwanto M Nuch aktivis Aliansi Masyarakat Adat (AMAN) Lampung.

Seminar ini, kata Grace lagi, dalam upaya memperjuangkan hak-hak dan memajukan kemandirian suku bangsa minoritas serta upaya pembangunan perdamaian di Sumbagsel.

Editor: Budisantoso Budiman

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0116 seconds memory usage: 0.35 MB